Berpikir mengenai hidup, bahwa hidup sebenarnya buat kita bukan bagaimana kita menjalani hidup, tapi bagaimana kita memaknainya. Terkadang orang jauh berjalan memikirkan, kemana jalannya untuk hidup, kemana dia bisa menggapai kesenangan,.............. tapi justru terkadang orang itu mudah jatuh tertatih dan kehilangan arah. Berbeda dengan orang yang mau merenungi, me’rasa’kan dengan sepenuh jiwa daripada makna hidup yang dia jalani. Dia akan paham bahwa dia hidup memiliki asal dan tujuan. Dia tahu bahwa hiduplah yang akan mengalir membawanya menggapai puncak rasa jatinya sebagai manusia untuk menggapai sebenarnya cahaya kehidupan.
Para pujangga jawa pun sejak dulu telah banyak memberikan petuah dan nasihat tentang bagaimana untuk mengarungi kehidupan yang semu ini, seperti yang terekam apik dalam tembang-tembang macapat gubahan pemikir ulung Manusia Jawa. Mereka banyak memberi pengertian tentang apa dan bagaimana menggapai hakikat tertinggi, dan rahasia kehidupan manusia. Mereka juga banyak menyerukan pada para putra wayahnya untuk senantiasa merenung dan eling sebagai bentuk pengenalan diri pada Sang Pencipta. Misalnya seperti dalam gubahan tembang pangkur berikut yang dirangkai apik oleh Sri Mangkunegara IV. (lagi…)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar