TV online rudi

Minggu, 26 April 2015

Tingkat Akhir

Revisi skripsi berkali-kali ditolak bikin loyo? Santai bro, dunia jauh lebih kejam dari sekadar ditolak revisi!

Semua pasti setuju masa kuliah adalah masa yang menyenangkan. Berawal dari masa orientasi di tahun ajaran baru, lisah-kisah manis berangkat dari situ. Masih dengan tampang lugu dan polos layaknya anak yang baru lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA), kamu mulai berkenalan dengan mahasiswa baru lainnya.
Di semester pertama, kamu masih semangat mengikuti pelajaran di kelas. Sebisa mungkin tidak ada catatan absen bahkan tidak pernah terpikir untuk titip absen. Memasuki semester kedua, perjuangan sebagai mahasiswa baru benar-benar kalian rasakan. Dikejar tugas, belum lagi undangan rapat organisasi yang harus kamu datangi. Semua itu sangat menyita waktumu sampai-sampai kamu melupakan kewajiban utama untuk belajar.
Di tahun kedua, kamu sudah bukan lagi mahasiswa baru. Selayaknya mahasiswa senior yang sudah punya adik tingkat, kamu pun mulai berani melenggang koboy nan percaya diri. Tahun ketiga adalah tahun persimpangan sebelum menuju masa-masa akhir sebagai mahasiswa. Ketegangan pun mulai kamu rasakan. Tuntutan untuk memperbaiki IPK agar mendapat selempang comlaude, berburu judul skripi, atau tanggung jawab mengulang mata kuliah. Memasuki tahun keempat kamu mulai sibuk menyusun skripsi dan mengulang mata kuliah. Impian untuk segera memakai toga membuat kamu semangat memulai menyusun skripsi.
Namun, cobaan ternyata tak urung menghalangi niat cepat-cepat menyelesaikan skripsi. Di tengah perjuangan untuk mendapat gelar sarjana, kamu kehilangan semangat hanya karena berkali-kali revisi ditolak.
Di balik semua cobaan itu, kamu harus tahu skripsi tidak akan pernah selesai jika tidak kamu kerjakan. Sekarang atau nanti kamu tetap harus mengerjakan skripsi. Meskipun cobaan itu membuatmu terpuruk, kamu harus bangkit demi merah cita-cita.
kuncinya semngatttttt


Jumat, 24 April 2015

KENANGAN KKN KULIM JAYA


Kebersamaan membuat kita merasa tidak sendiri. Kebersamaan membuat kita merasa lebih kuat   
 perpisahan membuat kita tak lagi bersama. Tapi perpisahan mengantar kebersamaan kita ke tahap yang lebih tinggi dan berkesan 

Kebersamaan ibarat bercocok tanam, tanamlah benih-benih yang berkualitas dan rawatlah dengan asupan nutrisi dan teknik perawatan yang tepat. Dengan demikian ia akan berbuah dengan hasil bermutu yang melimpah

Gak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Rasanya seperti baru kemarin masa-masa itu aku lalui bersama teman-teman di posko. Begitu banyak kenangan tersimpan dalam memory ini, hingga membuatku merindukan kembali masa tersebut. Entah bagaimana dengan teman-teman yang pernah satu posko denganku. Atau hanya aku sendiri yang merindukannya.
Hari ini, hampir setahun sudah waktu itu berlalu. Banyak pengalaman dan pelajaran yang terserap ke dalam diri ini. Yang mana menurutku pengalaman tersebut belum diajarkan di kampus saat mengikuti perkuliahan. Kesemuanya aku dapatkan sewaktu mengikuti KKN.
Bagiku, semua pelajaran dan pengalaman yang aku dapatkan saat KKN sangat bermanfaat sekali. Lewat KKN, aku di tempa kembali dengan ilmu baru dan harus memulai dari nol. Dengan lingkungan yang berbeda tersebut, aku belajar bermasyarakat, belajar menghargai sesama, secepat mungkin bisa menyesuaikan dengan kondisi lingkungan di mana aku berada, bahkan belajar untuk menerapkan ilmu yang telah aku peroleh saat mengikuti perkuliahan.
Saat bersama teman-teman di posko, perasaan egois merupakan hal wajib untuk di buang jauh-jauh. Yang ada dan wajib di ingat hanyalah kebersamaan, gak peduli siapa pun orangnya dan jurusan apa yang di ambil. Karena semuanya masih berada dalam satu almamater yang memiliki visi dan misi sama yang wajib di pegang teguh.
Selain itu, terhadap sesama almamater harus saling membantu, saling mengingatkan, bahkan berbagi satu sama lainnya. Terkadang, segala permasalahan pun harus di selesaikan secara bersama-sama, selama masalah yang di hadapi bukan masalah pribadi. Berbagai jadwal kegiatan juga kami buat dan diputuskan secara bersama. Setelah semuanya sepakat, maka wajib hukumnya untuk di laksanakan oleh setiap individu.
Walaupun sudah hampir satu tahun berlalu, aku masih mengingat dengan jelas semua kenangan tersebut. Ada satu hal yang membuatku mengenang kembali masa-masa itu, di mana setelah kurang lebih dua bulan kegiatan KKN berjalan, kami semua menjadi begitu akrab seperti saudara kandung